No menu items!

Telkomsel Raih Frekuensi Berca Tanpa Lelang, Ini Penjelasan Kemenkominfo

Must Read

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan proses pengalihan spektrum frekuensi dari PT Berca Hardayaperkasa kepada PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dapat dilakukan secara langsung karena inisiasi dari masing-masing operator.

Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Komunikasi dan Informatika Adis Alifiawan mengatakan dalam pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz dari Berca kepada Telkomsel tidak ada pengembalian spektrum frekuensi radio kepada pemerintah terlebih dahulu.

Spektrum frekuensi dapat langsung dialihkan tanpa lelang. Terlebih, pengalihan berasal dari inisiasi Berca dan Telkomsel melalui kesepakatan business-to-business (B2B).

Pengalihan spektrum juga sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, berikut dengan aturan-aturan pelaksanaannya, baik di level Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Menteri Kominfo (PM) yang efektif mulai berlaku sejak awal 2021.

Dalam peraturan tersebut penyelenggara jaringan telekomunikasi pemegang Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dimungkinkan untuk dapat melakukan pengalihan seluruh hak penggunaan spektrum frekuensi radio yang dipegangnya kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya.

“Berca dan Telkomsel secara bersama menyampaikan permohonan kepada Kemenkominfo untuk mendapatkan persetujuan pengalihan hak penggunaan spektrum frekuensi radio dimaksud,” kata Adis, Kamis (24/11/2022).

Sekadar informasi, proses perpindahan spektrum ke operator dapat terjadi melalui pengalihan maupun lelang. Dalam hal pengalihan, spektrum frekuensi masih digunakan oleh operator A kemudian dialihkan ke operator B, karena sudah terjadi kesepakatan antara masing-masing operator.

Sementara itu dalam hal lelang, terdapat spektrum frekuensi kosong – yang memang belum dimiliki oleh siapapun atau milik operator seluler yang dikembalikan ke Kemenkominfo – kemudian dilakukan lelang karena peminat atas spektrum kosong tersebut banyak.

Untuk kasus lelang, dapat terlihat saat peleburan PT Indosat Tbk. dengan PT Hutchison 3 Indonesia pada 2022, terdapat spektrum frekuensi selebar 2x5MHz yang dikembalikan kepada pemerintah untuk kemudian dilelang. Terdapat lebih dari satu operator yang berminat terhadap spektrum bekas Indosat-Tri.

Selain itu contoh lainnya adalah pada 2014, XL dan Axis mengembalikan 2×10 MHz pita frekuensi mereka kepada pemerintah untuk selanjutnya dilakukan lelang, karena banyak peminatnya. Adapun dalam kasus Telkomsel dan Berca, bentuk perpindahan spektrum adalah pengalihan.

Adis menjelaskan sesuai dengan UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP No. 46/2021 serta Peraturan Menteri Kominfo No.7/2021, sebelum Kemenkominfo menetapkan persetujuan terhadap pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz Berca kepada Telkomsel, telah terlebih dahulu melalui proses evaluasi.

“Berdasarkan evaluasi yang telah dilaksanakan, optimalisasi / peningkatan nilai manfaat dari pita – pita frekuensi radio 2,3 GHz yang sebelumnya dipegang izin penggunaannya oleh Berca di sejumlah zona Layanan di luar Pulau Jawa tersebut mampu dipenuhi oleh Telkomsel,” kata Adis.

Sebelumnya, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel Sigit Puspito Wigati Jarot mempertanyakan dasar hukum pengalihan spektrum frekuensi langsung dari Berca ke Telkomsel. Apakah proses pengalihan tersebut diperbolehkan secara regulasi atau tidak. Perpindahan spektrum bekas operator lain, umumnya melewati skema lelang.

“Mungkin perlu dicermati juga, apakah pengalihan frekuensi secara langsung itu dibenarkan secara regulasi,” kata Sigit.

Sementara itu Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menyoroti mengenai persaingan usaha setelah spektrum dialihkan dari Berca ke Telkomsel. Dibandingkan dengan penyelenggara telekomunikasi lainnya, tambahan spektrum frekuensi dari Berca membuat Telkomsel makin terdepan dalam kepemilikan spektrum frekuensi.

“Tambahan spektrum akan menjadi alat bagi Telkomsel untuk memenangkan persaingan dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata. Sementara itu Smartfren akan makin tertekan. Jumlah spektrum Smartfren paling sedikit,” kata Heru.

Dia mengatakan Smartfren harus memiliki strategi khusus agar dapat bertahan dan bersaing dengan operator lain. Heru menyarankan Smartfren berkonsolidasi dengan operator seluler lainnya. Sekadar informasi, dengan tambahan pita frekuensi dari Berca maka Telkomsel menggenggam frekuensi sebesar 2×102,5 MHz, sementara itu Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memiliki 2×67,5MHz, XL Axiata sebesar 2×45 MHz dan Smartfren memiliki 40 MHz. (DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This