No menu items!

Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022 di Atas 5%

Must Read

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal III-2022 akan bertahan di atas 5%. Hal ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal-II 2022 yang masih tumbuh 5,44% di tengah-tengah krisis dan resesi.

“Kita patut bersyukur bahwa di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah resesi, Indonesia di kuartal II masih tumbuh 5,44 persen. Ini wajib kita syukuri. Kita termasuk negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya,” ujar Jokowi di Trade Expo Indonesia 2022 di ICE BSD, Tangerang, pada (19/10).

Jokowi mengatakan, inflasi pada Agustus 2022 masih bisa dikendalikan di level 4,6%. Namun demikian, inflasi naik menjadi 5,9% pada September karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Masih bisa kita kendalikan. Kemudian, tolong nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara-negara lain, pertumbuhan growth kita dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia telah surplus neraca perdagangan selama 29 bulan. Pada September 2022, neraca perdagangan mencapai US$ 39,8 miliar.

“Tentu jumlah tersebut tidaklah sedikit, dan menurutnya hal ini berkat kerja keras bersama,”ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi mengajak pelaku ekonomi untuk tetap optimis. “Jadi kita semuanya harus tetap optimistis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap. Silakan negara-negara lain. Negara kita harus tetap optimis,” ujar Jokowi.

Namun demikian, Jokowi mengatakan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati karena badai dan krisis yang dialami saat ini susah sulit diprediksi dan dikalkulasikan.

“Sehingga tidak diketahui akan menyebar sampai ke mana, dan imbasnya seperti apa untuk Indonesia,” ujarnya.

Dalam menghadiri acara tersebut, Presiden RI mengucapkan selamat kepada Trade Expo Indonesia yang ke-37 ini. “Semoga nanti apa yang tadi ditargetkan oleh Menteri Perdagangan, lebih dari 10 miliar US$ itu betul-betul bisa kita capai dan kita harapkan itu akan mendorong surplus neraca perdagangan kita pada masa-masa mendatang,” ujar Jokowi.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2022 nilai ekspor nasional menyusut 10,99% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month/mom).

“Penurunan ekspor September 2022 dibanding Agustus 2022 disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 10,31% (mom), dan ekspor migas turun 21,41% (mom),” lapor BPS. (DM05)

Latest News

Masif dan Agresif Pertamina Lanjutkan Eksplorasi Dukung Ketahanan Energi

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berkomitmen memberikan kontribusi terbaiknya pada pencapaian ketahanan energi negeri. Dalam...

More Articles Like This