No menu items!

Mengembalikan Jawa Barat Sebagai Lumbung Padi Nasional

Must Read

Oleh : Entang Sastraatmadja, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat

Ayo kita bicara fakta. Jangan lagi kita mengumbar janji. Rakyat tidak butuh pemimpin yang doyan mengecat langit. Rakyat menyukai peminpin yang menapak bumi. Rakyat kini semakin cerdas. Mereka tahu persis siapa pemimpin yang mengejar citra dan siapa pemimpin yang betul-betul mengabdi untuk rakyat.

Kaitannya dengan istilah “lumbung padi”, Jawa Barat memiliki prestasi tersendiri dalam peta bumi pembangunan pertanian di Tanah Merdeka ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS), selalu merilis, Jawa Barat selalu tercatat sebagai penghasil produksi padi terbaik di tingkat nasional. Kalau tidak jadi peringkat pertama ya peringkat kedua.

Perebutan nominasi ini terjadi antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Jawa Tengah sendiri selalu berada di peringkat ketiga. Setelah nya baru Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Saat itu, belum terdengar adanya kehendak politik untuk menjadikan Jawa Barat Juara di berbagai bidang kehidupan. Berbeda dengan suasana saat ini.

Yang membuat kita nelangsa, ternyata berdasarkan data BPS tahun 2021, telah terjadi pergeseran peringkat tertinggi provinsi penghasil produksi padi secara nasional. Jawa Timur berada di peringkat pertama. Lalu, Jawa Tengah di peringkat kedua. Dan Jawa Barat berada di peringkat ketiga. Secara lengkap data BPS tersebut dapat dilihat dari gambaran di bawah ini:

  1. Jawa Timur
    Padi: 9.908.932 ton
    Beras: 5.692.143 ton
  2. Jawa Tengah
    Padi: 9.765.167 ton
    Beras: 5.586.621 ton
  3. Jawa Barat
    Padi: 9.354.369 ton
    Beras: 5.374.153 ton
  4. Sulawesi Selatan
    Padi: 5.152.871 ton
    Beras: 2.941.673 ton
  5. Sumatera Selatan
    Padi: 2.540.944 ton
    Beras: 1.451.634 ton
  6. Lampung
    Padi: 2.472.587 ton
    Beras: 1.414.052 ton
  7. Sumatera Utara
    Padi: 2.074.856 ton
    Beras: 1.184.040 ton
  8. Aceh
    Padi: 1.676.936 ton
    Beras: 961.077 ton
  9. Nusa Tenggara Barat
    Padi: 1.432.460 ton
    Beras: 811.655 ton
  10. Sumatera Barat
    Padi: 1.361.769 ton
    Beras: 784.433 ton.

Catatan kritisnya adalah mengapa hal ini sampai terjadi? Apakah disebabkan lemahnya para pengambil kebijakan di Jawa Barat dalam menunjukan keberpihakan dan kecintaannya kepada sektor pertanian, khusus nya tanaman padi? Apakah disebabkan oleh lemah nya manajemen pemerintahan dalam melakukan pengelolaan pembangunan pertanian? Atau ada hal lain yang hingga kini belum terungkap secara terang benderang.

Namun begitu, apa pun alasan yang akan disampaikan terkait “kekalahan” Jawa Barat dalam merebut posisi puncak penghasil padi terbaik di negeri ini, kita tidak boleh melawan fakta yang ada. Silahkan berargumen. Sampaikan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi. Semua itu sah-sah saja terjadi, walau pun orang-orang tetap mempertanyakan kok bisa Jawa Barat jadi peringkat ketiga dalam menghasilkan padi?

Di tengah-tengah kumandang Jawa Barat Juara, tiba-tiba muncul berita yang memilukan, maka wajar bila ada yang mempersoalkan apakah serius kita ingin membuktikan Jawa Barat Juara dalam berbagai bidang kehidupan? Atau hanya sebuah basa-basi politik, sekedar untuk merebut simpati rakyat ketika Pemilihan Gubernur dilaksanakan?

Bagi pemerhati pembangunan pertanian, melorotnya Jawa Barat menjadi peringkat ketiga penghasil padi secara nasional dan kesalip oleh Jawa Tengah, betul-betul merupakan tanda tanya besar. Apa sih kekurangan Jawa Barat dibandingkan dengan Jawa Tengah misalnya? Sumber daya pertanian melimpah. Petaninya keren-keren. Jadi apa penyebab utama kegagalan merebut peringkat terbaiknya?

Apakah benar sekarang ini pemerintah Jawa Barat kurang serius dalam mengelola pembangunan pertaniannya, mengingat mereka yang diberi kehormatan dan tanggungjawab, bukan sosok yang piawai dalam menggarapnya? Atau bisa saja terjadi kalau Pemerintah Jawa Baratnya tidak sungguh-sungguh dalam mengendalikan alih fungsi lahan yang terkesan semakin membabi-buta?

Yang lebih parah, kalau pemerintah tidak memiliki gren desain Pembangunan Pertanian Jawa Barat untuk 25 Tahun ke depan dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan penyusunan nya. Bukan sekedar rencana strategi yang disusun kurang mengikuti kaedah-kaedah perencanaan itu sendiri. Akan lebih afdol bila gren desain ini dilengkapi dengan Road Map pencapaiannya. Apakah benar seperti ini?

Pertanyaan ini mutlak dijawab dengan penuh kejujuran. Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan. Kang Emil sebagai Gubernur masih memiliki waktu untuk memperbaiki kekalahan sebagai Provinsi penghasil padi terbaik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ayo fokus kepada langkah-langkah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Kendalikan alih fungsi lahan dengan sungguh-sungguh. Picu semangat petani untuk berkiprah yang terbaik bagi Jawa Barat.

Anjloknya produksi padi Jawa Barat dan dikalahkan oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah, betul-betul sangat memilukan dan memalukan. Tidak seharusnya hal itu terjadi kalau pemprov Jawa Barat, cukup serius melakukan pengelolaan terhadap pembangunan pertanian tanaman padi. Hanya, ceritanya akan menjadi lain, jika kebijakan untuk menjaga dan memelihara Jawa Barat sebagai salah satu Lumbung Padi nasional tidak digarap dengan sungguh-sungguh.

Kondisi ini, tentu akan berpulang ke jajaran Keluarga Besar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang memiliki tugas dan fungsi. Apakah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat memiliki keseriusan untuk menjadikan Jawa Barat Juara dalam hal penghasil padi terbesar di negeri ini? Jika serius, mengapa Jawa Barat harus kalah dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah? Apakah karena Jawa Barat kurang memiliki kemampuan dalam menggerakan para petani agar mampu meningkatkan produksi setinggi-tingginya atau karena mereka yang diberi amanah untuk mengelola Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulturanya yang lemah dan tidak berani melahirkan terobosan cerdas?

Pertanyaan ini penting dijawab, agar kita tahu dengan pasti, apa penyebab utama “kegagalan” Jawa Barat menjadi penghasil padi terbaik se-Indonesia. Cuma, masalahnya akan menjadi lebih parah, bila pemprov Jawa Barat sudah tidak memiliki lagi kecintaan terhadap pertanian, khususnya keinginan untuk mengembalikan kejayaan Jawa Barat sebagai Lumbung Padi Nasional. (DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This