No menu items!

Raih Rp 195 Miliar, PP Presisi (PPRE) Kembali Tambah Kontrak Baru

Must Read

PT PP Presisi Tbk (PPRE) melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Runggu Prima Jaya meraih kontrak baru senilai Rp 195 miliar. Kontrak tersebut berupa proyek pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada kali Ciliwung Segment TB Simatupang.

Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah mengatakan, proyek tersebut merupakan milik Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang akan dikerjakan oleh KSO PP Presisi dan Runggu Prima Jaya. Lngkup pekerjaan perseroan pada proyek berdurasi satu tahun ini tersebut meliputi jasa pekerjaan sipil sampai dengan mechanical dan electrical.

“Tujuan pembangunan proyek ini merupakan bagian dari proyek percontohan sistem pengolahan sampah pada sungai – sungai DKI Jakarta, dimana akan dilakukan penyaringan sampah pada hulu sungai yang nantinya akan diterapkan pada sungai-sungai di DKI Jakarta,” jelasnya dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, proyek ini akan menambah portfolio PP Presisi sebagai perusahaan jasa konstruksi dan non konstruksi yang berbasis alat berat yang memiliki fleksibilitas dalam mengerjakan proyek dengan kepemilikan alat berat yang dikelola sendiri. Sedangkan penandatangan kontrak sendiri sudah dilakukan oleh kedua pihak pada 2 Juni 2022.

Perseroan juga berkomitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan jadwal di tengah padatnya proyek-proyek strategis nasional yang sedang perseroan kerjakan. “kami yakin dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan target yang telah ditentukan sebagai bagian dari usaha kami untuk selalu memberikan value added melalui time delivery dan quality delivery yang unggul,” ujarnya.

Hingga Mei 2022, total kontrak perseroan telah menjadi Rp 2 triliun atau 37% dari total target kontrak baru 2022 sebesar Rp 5,9 triliun. Secara rinci, sebanyak 94,6% kontrak baru perseroan berasal dari non group dan 5,4% PP Group. Sedangkan dari segmen lini bisnis 69,4% kontrak kontribusi dari lini bisnis Civil Work, 25,8% dari lini bisnis Mining Services dan sisanya 4,8% dari Production Plant, Rental dan Structure Work.

Sebelumnya, PP Presisi menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target dana Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai total Rp 1 triliun. (DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This