No menu items!

Riset: Potensi PLTS Atap Bali Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik Satu Pulau

Must Read

Hasil kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukkan bahwa provinsi Bali memiliki potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik provinsi tersebut.

Menurut IESR, potensi itu perlu jadi pertimbangan para pemangku kepentingan, terutama dalam mempercepat transisi dari energi fosil ke energi bersih, yang salah satu sumbernya tenaga sinar matahari/tenaga surya.

“Kalau semua rumah di Bali pakai PLTS atap, maka itu sudah bisa memasok kebutuhan se-Bali,” kata Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa saat memberi paparan pada acara diskusi bersama Universitas Udayana di Denpasar, Jumat (3/6).

IESR merupakan lembaga think tank yang fokus mengkaji isu energi dan lingkungan, termasuk di antaranya energi bersih.

Fabby menjelaskan kebutuhan listrik di Bali kurang lebih 1 Gigawatt (GW), yang dipasok dari beberapa pembangkit listrik di Pulau Bali dan Pulau Jawa.

IESR meyakini cara itu tidak lagi efisien, karena Bali memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan listriknya sendiri dengan memanfaatkan berbagai potensi energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk di antaranya PLTS atap.

Kajian IESR sebagaimana disampaikan oleh direktur eksekutifnya itu memperlihatkan bahwa potensi PLTS atap mencapai 3.200 Megawatt peak (MWp)-10.900 MWp atau sekitar 3,2-10,9 GW.

Fabby, yang merupakan Ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), menambahkan potensi energi berbasis EBT lainnya di Bali juga besar, misalnya PLTS dalam skala besar yang ditempatkan di atas lahan mencapai 26.000 MWp – 142.000 MWp atau 26 GW – 142GW.

Lahan yang jadi bahan penelitian IESR bukan kawasan hutan lindung, area hutan, lahan gambut, bandara, pelabuhan, dan area badan-badan air.

Kemudian, potensi pembangkit listrik yang bersumber dari air mencapai 61-256 MW. Potensi pembangkit listrik tenaga angin di Bali mencapai 21-309 MW di ketinggian 100 meter dan 72-445 MW di ketinggian 50 meter.

Terakhir, potensi listrik dari biomassa di Bali, khususnya yang diperoleh dari limbah panen padi, kopi, coklat, sawit, dan wood pellet dari Pohon Akasia mencapai 15 MW. Meski demikian, Fabby menilai PLTS atap jadi teknologi yang paling mudah digunakan untuk mempercepat tujuan transisi energi.

“Atap-atap bangunan pemerintah, rumah, gedung komersial, industri, lapangan parkir bisa dipasang PLTS dan cukup besar potensinya,” kata dia.

Sejauh ini ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan regulasi yang mendukung tujuan transisi ke energi bersih, yaitu Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang ditindaklanjuti oleh Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022.

Di Bali juga akan dibangun dua PLTS, yakni PLTS Bali Barat dan PLTS Bali Timur, yang dikembangkan oleh anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk, Medco Solar Bali Barat dan Medco Solar Bali Timur.

Masing-masing PLTS ini memiliki daya 25 megawatt peak (MWp), dan digadang-gadang menjadi PLTS ground mounted (di atas tanah) terbesar di Indonesia yang ditargetkan beroperasi sebelum gelaran KTT G20 di Bali.

Proyek ini termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) dan masuk dalam pilar green transformation PLN yang diharapkan berkontribusi dalam pencapaian target porsi EBT sebesar 25% dalam bauran energi nasional pada 2025.

“Beroperasinya dua PLTS ini akan menambah kapasitas pembangkit EBT eksisting nasional sebesar 0,6%, sekaligus menambah kapasitas terpasang PLTS nasional sebesar 61,7%,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dengan Medco untuk menyerap listrik dari dua PLTS ini.

Saat ini, daya mampu kelistrikan di Bali sebesar 1.322 MW. Perkiraan beban puncak saat KTT G20 sebesar 970 MW. Sehingga, masih tersisa cadangan sebesar 341,1 MW atau 25,9%. (DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This