No menu items!

Imbas Kenaikan Nilai Pakan dan DOC, Harga Telur Tembus Rp 29.000 per Kg

Must Read

Rata-rata harga telur nasional meroket menjadi Rp 29.450 per kg. Kenaikan harga telur didorong oleh kenaikan biaya produksi seperti pakan dan DOC (ayam umur sehari).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Nasional pada pukul 10.00 WIB, Jumat (3/6), harga telur ayam ras tertinggi ada di Provinsi Papua dan Sumatera Utara, masing-masing senilai Rp 38.950 per Kg dan Rp 35.000 per Kg. . Sedangkan harga telur terendah berada di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, masing-masing senilai Rp 23.950 per kg dan Rp 24.100.

Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso mengatakan, harga telur ayam ras di tingkat peternak dilepas Rp25.500-Rp27.000 per kg. Harga telur tersebut relatif mahal dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, kenaikan harga telur disebabkan kenaikan tajam biaya produksi, termasuk pakan dan DOC.

“Kami petani adalah industri hilir, sangat terpengaruh dengan perubahan pakan, DOC, obat-obatan dan lain-lain. Apa yang bisa kita lakukan? Karena semuanya (harganya) tinggi sekali,” kata Yudianto kepada Katadata.co.id, Jumat (3/6).

Dia mengatakan harga pakan naik signifikan karena melonjaknya harga jagung. Sebanyak 50 persen pakan unggas adalah jagung.

Pada 2020, harga pakan unggas mencapai Rp 5.200 per kg, kemudian naik menjadi Rp 6.200 per kg. Harga pakan melonjak setelah Perang Rusia-Ukraina menjadi Rp 7.600 per kg. Sedangkan pakan untuk anak ayam bisa mencapai Rp 8.900 per kg.

Yudianto mengatakan, kenaikan harga pakan unggas menjadi lebih signifikan pada Maret hingga April 2022. “Saat itu, setiap minggu harga pakan naik Rp 100,” katanya.

Sedangkan harga Jagung saat ini mengalami kenaikan dari Rp 4.500 per kg menjadi Rp 6.000 per kg. Harga tersebut lebih tinggi dari harga acuan pembelian di tingkat konsumen sesuai Permendag no.7-2020 senilai Rp 4.500 per kg. Selain mahal, menurut Yudianto, bahan baku jagung juga sulit didapat.

Tidak hanya pakan, kenaikan harga DOC juga mempengaruhi harga telur. Sebelumnya, harga DOC maksimal Rp 6.000 per ekor, kini menjadi Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per ekor.

Menurut Yudianto, kenaikan harga DOC baru terjadi pada akhir pertengahan Mei 2022. Dikhawatirkan akan menambah beban peternak unggas.

“Langkah perusahaan pembibitan ayam mengambil seribu langkah saat permintaan meningkat juga tidak bijaksana. Harganya (DOC) langsung naik,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Nasional, perubahan harga telur tertinggi terjadi di Jawa Timur. Harga telur ayam ras segar di Jawa Timur dijual Rp 26.500 per kg pada Kamis, 2 Juni 2022, atau naik 4,54% dalam sepekan.(DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This