No menu items!

Sebesar 15,61 Persen pada April 2022, Kredit Mikro BRI (BBRI) Tumbuh Paling Tinggi

Must Read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga akhir April 2022.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa kredit perseroan tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Aestika menjelaskan untuk segmen UMKM tercatat terus meningkat, dengan kredit mikro tercatat tumbuh paling tinggi, yakni sebesar 15,61 persen yoy dan segmen kecil tumbuh 8,27 persen yoy pada April 2022.

“Penopang utama pertumbuhan kredit BRI masih dari sektor perdagangan dan pertanian. Sementara itu, beberapa industri tercatat membaik seperti sektor transportasi dan kelapa sawit seiring dengan melandainya pandemi,” kata Aestika, Senin (30/5/2022).

Aestika menyatakan BRI sebagai penyalur kredit terhadap UMKM terbesar di Indonesia, perseroan akan terus fokus terhadap pemberdayaan UMKM, salah satunya melalui pembiayaan. Hingga akhir kuartal I/2022, tercatat portofolio kredit UMKM sebesar 84 persen dibandingkan dengan total penyaluran kredit BRI.

Aestika mengungkapkan proporsi kredit UMKM BRI akan terus didorong naik hingga mencapai 85 persen.

Maka dari itu, BRI telah menyiapkan dua strategi untuk memberdayakan dan mengembangkan segmen UMKM. Pertama, yaitu dengan menaikkelaskan nasabah existing, melakukan berbagai program edukasi, dan pendampingan.

Adapun strategi kedua adalah dengan menyasar segmen yang lebih kecil, yakni ultra mikro sebagai pertumbuhan baru.

“Dengan go smaller, go shorter, go faster, BRI akan mampu menyasar segmen yang lebih kecil, dengan proses yang lebih cepat dan efisien dengan adanya digitalisasi,” ujarnya.

Aestika percaya dengan kedua strategi tersebut, bank pelat merah dengan sandi saham BBRI ini dapat melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya yang semurah mungkin.

“Hal tersebut dapat dicapai dengan digitalisasi layanan perbankan sehingga semua prosesnya akan menjadi lebih cepat dan efisien,” ucapnya.

Di samping itu, lanjut Aestika, BRI menilai saat ini yang lebih dibutuhkan oleh UMKM sebetulnya bukanlah advokasi melainkan edukasi.

“Adapun edukasi yang harus diberikan berupa semangat entrepreneurship, karena tidak semua UMKM memiliki semangat tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, BRI menilai UMKM juga perlu dibekali ilmu administrasi manajerial untuk mengatur keuangan, mengakses informasi, mengakses pasar, dan mengakses permodalan. Setelah itu, kata Aestika, UMKM dibimbing menjalankan bisnis secara sustainable atau berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG).

“Maka nantinya jika sudah layak dan komersial, akses pembiayaan yang semakin meningkat pun akan terwujud,” jelasnya. (DM05)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This