No menu items!

BEM UI Berikan Beasiswa Dari Hasil Konversi Sampah

Must Read

Menurut informasi, berdasarkan data dari laman Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa total sampah pada tahun 2021 adalah 18.186.684,29 ton.

Namun sayang sekali, dari total jumlah tersebut, masih ada 27,05 persen atau 4.919.049,55 ton sampah yang tidak dikelola. Sehingga dikhawatirkan jika sampah tidak dikelola maka dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran air dan tanah, bau yang mengganggu, hingga memperparah krisis iklim.

Perlu diketahui bahwa dari sekian banyak jenis sampah yang ada, dua jenis yang sangat relevan di kalangan civitas akademika adalah sampah kertas dan elektronik.

Data SIPSN menunjukkan bahwa sampah kertas menempati porsi 11,9 persen dari total sampah yang dihasilkan secara nasional. Sementara itu, data global yang dilansir dari Global E-Waste Monitor (GEM) menunjukkan bahwa total sampah elektronik pada tahun 2019 mencapai 53 juta ton dan akan terus melonjak tiap tahunnya.

“Sampah merupakan masalah yang sering kali luput dari perhatian kita karena ada kecenderungan untuk menormalkan keberadaan sampah di sekeliling kita. Padahal, sampah yang kerap kita sepelekan dapat mengakibatkan bahaya besar apabila kita tidak melakukan aksi nyata untuk menanggulanginya,” kata Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI 222 Amira Widya Damayanti melalui keterangan resminya, pada hari Selasa 31 Mei 2022.

BEM UI baru-baru ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa UI dari hasil konversi sampah kertas dan barang elektronik yang tak terpakai. Sebelumnya Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (DLH BEM UI) menginisiasi program Waste for Scholarship (WFS).

Waste For Scholarship merupakan program beasiswa yang dananya berasal dari hasil konversi sampah kertas dan sampah elektronik. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa program Sarjana dan program Vokasi Universitas Indonesia yang berprestasi di bidang lingkungan dan sedang membutuhkan bantuan finansial.

“Maka dari itu, program Waste for Scholarship BEM UI hadir guna menyajikan solusi alternatif bagi penanganan masalah sampah sembari membantu saudara-saudara mahasiswa yang membutuhkan,” imbuh Amira.

Amira juga menjelaskan, civitas akademika UI dan masyarakat umum dapat menyumbangkan sampah kertas dan barang elektronik tak terpakai melalui tautan bem.ui.ac.id/WGD2022. Nantinya, sampah akan dikonversikan menjadi uang melalui bank sampah, kemudian disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa UI yang membutuhkan bantuan finansial dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Setiap calon donatur bisa menyalurkan donasi tidak hanya melalui media daring tetapi bisa juga meletakkan sampahnya secara langsung di titik drop box yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di UI, seperti gedung fakultas. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This