No menu items!

Anak Muda Perlu Memberikan Kontribusi Untuk Bumi yang Berkelanjutan

Must Read

Dengan kondisi saat ini anak muda perlu berkontribusi untuk bumi yang berkelanjutan demi keberlangsungan planet ini bagi makhluk hidup dan seisinya, hal tersebut dikatakan oleh Pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki.

“Aksi nyata dengan kolaborasi konsep pentahelix atau multipihak untuk menangani permasalahan lingkungan bisa dimulai dan diinisiasi oleh gerakan akar rumput generasi muda,” kata dia di Banjarmasin, pada hari Senin, 30 Mei 2022.

Saat menjadi peserta untuk sesi focus group discussion and town hall meeting dalam acara Pra-KTT III Youth 20 (Y20) yang salah satu rangkaian pertemuan G20, Amalia selaku delegasi resmi yang mewakili Kalimantan Selatan menekankan pada upaya pelestarian satwa liar khususnya yang dilindungi seperti bekantan dan 25 spesies prioritas Indonesia lainnya.

Menurut dia, keberlangsungan kehidupan manusia sesuai dengan tema yang diangkat sustainable and liveable planet, maka manusia di bumi tidak bisa mengabaikan keberadaan satwa liar yang perannya besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Contohnya, untuk penyelamatan bekantan yang menjadi spesies kunci keseimbangan ekosistem di lingkungan lahan basah, Amel menyebut konservasi bekantan sebagai hewan endemic pulau Kalimantan yang jadi maskot fauna Kalimantan Selatan adalah harga mati.

Seperti diketahui bekantan (nama ilmiah: Nasalis larvatus) adalah jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus Nasalis.

Bekantan merupakan hewan endemic pulau Kalimantan yang tersebar di hutan bakau, rawa dan hutan pantai. Ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan.

Saat ini bekantan oleh lembaga konservasi Internasional IUCN masuk dalam daftar merah sejak tahun 2000 dengan status konservasi terancam kepunahan. Selain itu, bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai appendix I (tidak boleh diperdagangkan secara internasional).

“Dengan menyelamatkan bekantan maka kita juga menjaga keberlangsungan hidup manusia yang saling keterkaitan hidup di alam,” kata mahasiswi program doktoral lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu.

Selanjutnya Amel juga menyinggung isu permasalahan lingkungan skala global saat ini adalah perubahan iklim. Dia menekankan anak muda tidak hanya sekedar tahu, tapi harus berkontribusi nyata untuk bumi yang layak huni. (DM06)

Latest News

Masif dan Agresif Pertamina Lanjutkan Eksplorasi Dukung Ketahanan Energi

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berkomitmen memberikan kontribusi terbaiknya pada pencapaian ketahanan energi negeri. Dalam...

More Articles Like This