No menu items!

Indonesia Kerjasama Dengan Ekuador Untuk Penanganan Risiko Bencana

Must Read

Republik Ekuador adalah sebuah negara di Amerika Selatan bagian barat laut, berbatasan dengan Kolombia di utara dan Peru di timur dan selatan, serta berbatasan dengan Samudra Pasifik di barat. Selain itu juga negara ini termasuk Kepulauan Galapagos di Pasifik, sekitar 965 km sebelah barat daratan utama. 

Baru-baru ini Indonesia dan Ekuador menjalin kerja sama mengenai penanganan risiko bencana melalui kesepakatan yang ditandatangani oleh Kepala BNPB RI Suharyanto dan Kepala SNGRE Ekuador Christian Torres.

”Kerja sama yang disepakati BNPB dan SNGRE tidak hanya memberi manfaat teknis kemampuan menangani risiko bencana, tetapi juga akan menambah amunisi diplomasi dalam upaya KBRI memperluas dan memperdalam cakupan dimensi kerja sama bilateral,” ujar Duta Besar RI untuk Ekuador Agung Kurniadi dalam keterangan tertulisnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction di Kantor PBB untuk Penanggulangan Bencana di Bali pada tanggal 27 Mei 2022.

Kedua belah pihak sepakat bertukar ilmu dan pengetahuan di bidang penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan dan kelas bersama.

Lebih lanjut Dubes Agung menjelaskan bahwa Indonesia dan Ekuador telah lama berkeinginan untuk memiliki kesepakatan kerja sama. Sejak 2018, rancangan naskah kesepakatan mulai dibahas oleh kedua instansi penanggulangan bencana.

Namun, prosesnya sempat tertunda terutama akibat pandemi COVID-19, karena kedua instansi berperan sentral dalam mengatasi wabah pandemi di negara masing-masing.

Sebagai dua negara yang berada dalam lintasan sabuk api Pasifik, Indonesia dan Ekuador diberkahi wilayah yang subur untuk pertanian dan kaya akan sumber daya alam, tetapi keduanya termasuk negara di dunia yang paling rawan bencana.

“Karena itu dengan adanya kerja sama ini, kedua pihak dapat saling berbagi informasi dan pengalaman terbaiknya dalam mengatasi bencana”, kata Dubes Agung.

Sebelum penandatanganan MoU, kedua delegasi tersebut melakukan pertemuan dan pertukaran pandangan mengenai pentingnya penanganan bencana, yang bila tidak ditangani dengan cermat dapat berakibat kerugian ekonomi serta bisa menghambat pembangunan sosial ekonomi negara. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This