No menu items!

KADIN Indonesia dan Swiss Bahas Penguatan Kerjasama Bidang Energi Berkelanjutan

Must Read

The Business 20 atau B20 merupakan outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional melalui keberadaan para pelaku bisnis dari seluruh dunia.
B20 merefleksikan peran serta swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan dan seimbang.

Guna memperkuat Kerjasama di bidang energi berkelanjutan, belum lama ini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah melakukan pertemuan bilateral dengan Economiesuisse dan beberapa CEO perusahaan asal Swiss.

“Sekarang, kita punya project sustainable council dengan mereka, Swiss tertarik masuk ke Indonesia khususnya terhadap sustainable energy dan infrastruktur,” kata Ketua Komite Bilateral Swiss Kadin Francis Wanandy usai melakukan pertemuan bilateral dengan Economiesuisse di Indonesia Pavilion, Davos, Swiss.

Pada pertemuan yang menjadi bagian dari roadshow B2O tersebut, kedua delegasi akan merencanakan proyek dengan membuat cetak biru mengenai hal-hal yang bisa dibantu oleh perusahaan Swiss, baik dari sisi teknologi, investasi maupun tenaga kerja.

“Kita bikin kelompok, ada yang asosiasi, ada yang perusahaan untuk berkolaborasi. Nanti, kita juga ajak mitra-mitra Indonesia yang mau masuk ke bidang sustainability dan kita buat business matching di situ,” kata Francis.

Industri tekstil menjadi salah satu poin besar yang dibahas pada pertemuan tersebut karena industri tekstil merupakan industri kedua yang merusak lingkungan.

Perusahaan Swiss sendiri mempunyai sejumlah teknologi yang bisa mengurangi polusi dan waste management, sehingga perusahaan Swiss menyambut dengan baik penawaran dari asosiasi tekstil Indonesia tersebut.

“Mereka punya teknologi dan mitra, jadi kita bicara tentang bagaimana Swiss bisa membantu, apalagi kita tahu industri tekstil Indonesia cukup besar dan itu yang kita harapkan ada peningkatan,” kata Francis.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid pada pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai program Kadin Net Zero Hub untuk mengurangi gas rumah kaca yang menjadi tempat untuk saling berbagi informasi, pengetahuan, hingga berbagi alat bagi sesama perusahaan swasta.

“Kami mempunyai working group dan sangat terbuka untuk partisipan. Selain itu, human capital development juga menjadi kunci penting jika berbicara tentang sustainable Development,” kata Arsjad Rasjid.

Lebih lanjut Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani menegaskan bahwa pembahasan mengenai sustainable energy juga menjadi perhatian Indonesia dalam Presidensi G20 dan Kadin sebagai penyelenggara B20.

“Kadin mengangkat semua isu tersebut dan kami ingin menunjukkan bahwa kami serius tentang ini dan kami mempunyai project. Melalui Presidensi G20 Indonesia dan Kadin di B20, Presiden ingin kami ada hasil dan tidak hanya pembahasan kebijakan saja,” kata Shinta Kamdani yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Meskipun Swiss bukan anggota G20, Kadin berharap bisa menjadi mitra Indonesia di masa depan khususnya melalui project sustainable council kemitraan Indonesia dan Swiss bisa terus berlanjut.

Adapun hasil dari pertemuan bilateral tersebut selanjutnya akan dievaluasi pada Juni 2022, sehingga pada November mendatang saat penyelenggaraan B20 Summit, Kadin telah memiliki konsep yang bisa direalisasikan. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This