No menu items!

MRT Gandeng 4 Mitra Swasta Konsorsium Untuk Danai Proyek Fase 3 Rute Balaraja-Cikarang

Must Read

Rencana pembangunan proyek MRT Fase 3 yang menghubungkan Balaraja-Cikarang, PT MRT Jakarta (Perseroda) menggandeng empat mitra swasta konsorsium untuk mendanai pembangunan proyek tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar yang menyebutkan bahwa keempat mitra penyandang dana tersebut, yakni JICA, Asian Development Bank, European Investment Bank, dan UK Export Finance (UKEF).

“Organisasi konsorsium ada empat potensial pendanaan, ada JICA, ADB, EIB, UKEF dan ini memungkinkan juga untuk sektor swasta dapat bekerja sama,” kata William dalam Forum Diskusi Pimpinan Redaksi di Jakarta, pada hari Selasa 24 Mei 2022.

Selanjutnya William juga menjelaskan bahwa biaya investasi untuk membangun Fase 3 sepanjang 87 kilometer ini mencapai Rp160 triliun, atau sepuluh kali lipat dari kebutuhan dana sewaktu membangun MRT Jakarta Fase 1 rute Bundaran HI-Lebak Bulus yang sebesar Rp16 triliun.

Sebelumnya pada Fase 1 dan 2, pendanaan bersumber dari pinjaman Pemerintah Jepang melalui JICA dengan porsi 51 persen ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 49 persennya lagi oleh Pemerintah Pusat.

Metode pembiayaan tersebut tentunya tidak bisa diterapkan dalam pembangunan Fase ke 3 ini, karena jika memakai model pembiayaan tersebut, Willy, sapaan akrabnya, menjelaskan pembangunan untuk Fase 3 baru terealisasi dalam waktu 55 tahun.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan model pembiayaan konsorsium dengan perkiraan waktu selesai 15 tahun. Hal itu berbekal dari keberhasilan Inggris dalam membangun Elizabeth Line (jalur Elizabeth) yang membentang hingga 117 km.

Pembangunan MRT Fase 3 yang melintasi tiga provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, ini juga tentunya membutuhkan dukungan dari Pemerintah melalui penerbitan aturan untuk mengakselerasi pembangunan.

“Sekarang ini tidak ada sistem metro di dunia yang dilaksanakan tanpa intervensi pemerintah. Jadi pemerintah tugasnya kasih regulasi percepatan. Elizabeth Line dibangun karena ada Undang-Undang. Karena itu melibatkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kedepannya pembangunan MRT Fase 3 ini diperkirakan akan mengangkut hingga 1,2 juta penumpang per hari.

Sementara itu rencananya MRT akan menggunakan energi terbarukan hydrogen dan solar untuk pengoperasiannya. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This