No menu items!

Lezatnya Mie Atep, Kuliner Legendaris Khas Belitung yang Bertahan Hampir 50 Tahun

Must Read

Belitung memang dikenal sebagai wilayah yang memiliki pantai dengan bebatuan besar yang cantik. Namun yang juga menarik dari Belitung adalah kuliner legendarisnya. Salah satu kuliner tersebut adalah Mie Belitung Atep yang sudah dimulai sejak 1973 dan masih berdiri hingga sekarang.

Mie Belitung Atep didirikan oleh seorang perempuan bernama Atep yang sekarang berusia 73 tahun. Sebagai pendiri sekaligus pemilik usaha Mie Belitung, Atep membagikan cerita mengenai rahasia sukses usaha mi rebus olahannya yang merupakan kuliner khas Belitung.

“Kuncinya yaitu sabar dan jangan galak kepada pelanggan. Harus ramah,” kata Atep saat ditemui di Belitung, Babel, pada Minggu, 22 Mei 2022, dikutip dari Antara.

Atep menjelaskan bahwa resep mie Belitung ini merupakan warisan keluarga secara turun temurun yang didapatkan orang tuanya. Namun, orang tuanya memilih untuk tidak menjualnya, dan hanya dinikmati untuk keluarga.

“Tapi, ibu saya bilang, kalau mau dijual silahkan, ibu yang kasih resepnya,” kata Atep.

Selanjutnya Atep mulai mencoba resep yang diberikan ibunya, sambil memodifikasi rasa dan meminta masukan dari seluruh saudara dan kerabat.

Hingga akhirnya, Atep menemukan rasa yang pas dengan takaran bumbu yang betul-betul ditimbang dan dipadu dengan isian tahu, kentang, timun, dan taburan emping melinjo. Resep ini yang akhirnya digunakan untuk membuat Mie Atep sejak 49 tahun yang lalu, saat itu usianya menginjak 28 tahun.

Atep selalu berusaha untuk konsisten menjaga cita rasa mi buatannya, meski beberapa kali Ia menggunakan sajian yang berbeda.

Ketika kedai Mie Belitung Atep ini pertama kali berdiri, bangunannya hanya merupakan bedeng. Namun sekarang bangunan permanen sudah menggantikan bedeng tersebut. Bahkan Atep menggunakan daun simpur untuk membungkus mi yang dibawa pulang oleh pelanggan, sedangkan kuahnya dibungkus dengan plastik.

“Daun simpur hanya ada di Belitung. Kalau dibungkus pake daun simpur, ketika minya dibuka itu wangi,” ucap Atep.

Di masa pandemi yang berlangsung selama dua tahun,
Mie Atep tetap bertahan membuka kedai, meskipun sepi pembeli, dan sempat tutup selama dua minggu dan Atep harus mengurangi karyawannya. Bahkan penjualannya pernah turun tajam hingga 90 persen dibandingkan saat sebelum pandemi.

Namun, Atep tetap bersabar dan berdoa agar pandemi cepat berlalu dan usahanya dapat kembali berjalan.

“Saat sepi, kami tidak apa-apa, sabar saja. Tetap ramah kalau ada pelanggan,” ujarnya.

Usai pandemi mulai mereda, pelanggan Mie Atep kembali berdatangan. Pemilik mie Belitung yang juga ibu dari tiga orang anak ini mensyukuri situasi yang kembali beranjak normal.

Bagi Anda penggemar Mie Atep, Anda bisa menikmati mie ini di daerah Jakarta. Jika di Belitung, usaha mi Belitung dipegang oleh Atep, maka usaha mi yang di Jakarta dikelola oleh anak pertama Atep sekaligus juga sebagai pemiliknya.

Atep berharap usaha dan resep yang didirikannya hampir 50 tahun itu dapat terus dijalankan oleh anak dan cucunya.

“Anak pertama yang jalankan, karena dia yang bisa urus. Kalau tidak disambung kan sayang,” ungkapnya. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This