No menu items!

Ini Kata Kak Seto Mengenai “homeschooling”

Must Read

Jika orang tua banyak yang bertanya mengenai kelebihan dan kekurangan sekolah umum atau “homeschooling” Psikolog dari Universitas Indonesia Seto Mulyadi mengatakan, pembelajaran dengan metode homeschooling atau sekolah rumah sudah menjadi pilihan masyarakat saat ini walau belum banyak dikenal.

“Dilihat dari perkembangan model school-nya, homeschooling ini berkembang sangat cepat, belum banyak dikenal masyarakat tapi sudah dijadikan pilihan, bahkan solusi dari permasalahan anak-anak kita,” kata dia dalam siaran pers hari Minggu, 22 Mei 2022.

Kak Seto mengungkapkan pendidikan formal adalah sekolah pada umumnya dengan waktu enam hari atau 5 hari, sedangkan nonformal adalah seperti kursus mungkin ke bimbel atau dengan homeschooling. Sementara itu untuk homeschooling sendiri, imbuhnya ada tiga. Yakni homeschooling tunggal itu yang informal dengan belajar sendiri dengan keluarga.

Psikolog yang lebih akrab disapa Kak Seto itu mengatakan, memang tidak jarang muncul stigma masyarakat beranggapan homeschooling bermakna sekolah di rumah.

“Padahal, makna sebenarnya yakni school yang homey. Kami juga memiliki gedung sekolah yang nyaman berbasis komunitas,” tutur dia.

Namun bagi kak Seto sendiri, menurutnya dengan homeschooling, anak-anak bisa belajar kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja. Bahkan dia menegaskan, sejak 15 tahun yang lalu belajar adalah hak dan bukan kewajiban.

“Wajib belajar kami kritisi, seolah-olah ada tekanan. Anak didik kita berhak belajar yang nyaman, sesuai dengan konsep homeschooling yang kami kembangkan,” tegas dia yang menyempatkan hadir di Jakarta Marketing Week pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 tersebut.

Diwawancarai secara terpisah, Deputy Chairman MarkPlus, Inc., sekaligus Dean di MarkPlus Institute Jacky Mussry menuturkan, bahwa semua sekolah sekarang sudah mendidik nilai dan mempertimbangkan sekolah termasuk mengajarkan anak menjadi orang yang baik dan berguna terlepas bagaimana sistem pendidikannya.

“Dan salah satu nilai penting, tapi tidak segalanya adalah bagaimana seseorang bisa menentukan masa depannya sendiri,” pungkasnya. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This