No menu items!

BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora Dukung Transformasi Digital

Must Read

Setelah melalui proses mekanisme dan pembelian saham lama dari pemegang saham sebelumnya, akhirnya PT Bank negara Indonesia (Persero) Tbk resmi mengambil alih kepemilikan atau akuisisi PT Bank Mayora sejak 18 Mei 2022.

Hal ini diketahui dari pernyataan Bank BUMN tersebut kepada bursa efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi melalui surat nomor KMP/7/2158 tertanggal 19 Mei 2022.

“Perseroan telah menyelesaikan pengambilalihan atas PT Bank Mayora,” ungkap Corporate Secretary BNI Mucharom dalam keterbukaan informasi BEI belum lama ini.

Bank Mayora sendiri merupakan Bank umum devisa yang fokus dan berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik pada nasabah khususnya di segmen ritel dan konsumer yang sejak tahun 2011 telah memiliki sekitar 1.433 produk elektronik data capture (EDC)

Ditangan BNI, Bank Mayora akan disulap menjadi Bank digital yang berfokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah UMKM. dengan mengakuisisi PT Bank Mayora, nantinya Bank BNI akan memiliki 1.198.229.838 saham atau memiliki 63,92 Persen dari total saham bank Mayora, selain itu perseroan akan mengambil alih 169,08 juta saham yang dimiliki internasional finance corporate  (IFC) sementara sekitar 36,08 Persen saham masih Dipegang oleh PT Mayora Inti Utama.

“Keseluruhan transaksi akuisisi ini didanai melalui pendanaan internal kami yang memang bersumber dari laba ditahan yang secara performance mengalami perbaikan dari tahun Ketahun,” jelas Direktur keuangan BNI Novita Widya Anggraini.

Bank berlogo 46 ini memastikan akuisisi akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan kedepannya, sebab akuisisi ini dilakukan dalam rangka untuk mendukung transformasi perusahaan menjadi Bank digital yang terintegrasi. Sebelumnya Direktur utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa perusahaan BNI akan membuat Bank digital sejalan dengan tren di industri perbankan nasional saat ini.

Targetnya bank digital BNI bisa melayani kalangan masyarakat dan UMKM ditanah air yang kini banyak terjebak oleh pinjaman online atau pinjol.

“Kami memiliki misi agar bank digital ini juga bisa fokus untuk UMKM terutama yang tradisional. UMKM saat ini banyak terjebak dengan pinjol, pinjaman-pinjaman online yang seperti itu,” kata Royke.

Kendati begitu, Royke belum memberikan proteksi seberapa banyak kira-kira jumlah nasabah yang bisa digaet bank begitu juga dengan pasar pinjol yang dimaksud, apakah berasal dari pinjol legal atau ilegal.

“Tapi ini akan kami coba bantu sehingga membantu UMKM yang punya potensi untuk tumbuh kedepannya karena engine pertumbuhan masih dari segmen UMKM”, kata Royke.

Lebih lanjut Royke menjelaskan bahwa bank digital BNI kedepannya akan memberikan layanan pembayaran dan fasilitas kredit bisa lebih murah dari bank konvensional, harapan tersebut muncul karena Bank digital telah menggunakan teknologi yang bisa memungkinkan terciptanya efisiensi.

“Kami ingin memiliki Bank digital yang berteknologi tinggi sehingga cost bisa relatif rendah, suku bunga juga relatif bisa kita tekan, ini akan menjangkau banyak target market yang belum kami tap selama ini,” Jelas Royke Tumilaar. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This