No menu items!

Rupiah Menguat Seiring Dengan Ekspektasi yang Lebih Rendah

Must Read

Negara Indonesia ternyata mendapat manfaat dibalik menguatnya harga di sejumlah sektor komoditas akibat kebijakan pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan mentah serta adanya neraca perdagangan yang surplus sebesar 9,3 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal pertama tahun 2022.

Hal tersebut tentu saja mampu mendorong cadangan Devisa Indonesia naik hingga 139 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan tujuh bulan impor dan pembayaran hutang pemerintah.

Bukan itu saja, nilai tukar rupiah Indonesia juga semakin menguat, ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa ditutup menguat 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 14.555 per dolar Amerika serikat dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yakni Rp 14.573 per dolar Amerika serikat.

Rupiah berhasil menguat ke posisi Rp 14.560 per dolar Amerika serikat sepanjang hari dan bergerak di kisaran Rp 14.520 per dolar Amerika Serikat hingga Rp 14.563 per dolar Amerika Serikat di tengah kebijakan inflasi RI.

“Data inflasi yang naik hingga 3,47 persen (inflasi secara tahunan per April 2022) dan lebih tinggi dari ekspektasi, hari ini akan menekan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Lukman Analis DC Futures .

Sementara dolar Amerika Serikat dalam tekanan ditengah pasar yang mempertimbangkan perkiraan inflasi Amerika Serikat yang hasilnya akan lebih rendah dan dapat membuat sejumlah langkah kuantitatif untuk menghadapi inflasi bergerak tinggi.

“Kinerja dolar AS terkoreksi dibalik ekspektasi inflasi konsumen AS yang akan dirilis lebih rendah dari periode sebelumnya,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta.

Disisi lain, kurs Jakarta Interbank Sport Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa 10 Mei 2022 melemah ke posisi Rp 14.546 per dolar AS dibandingkan posisi sehari sebelumnya Rp 14.534 per dolar AS

Tekanan terhadap dolar Amerika serikat tersebut tentu saja dinilai dapat memaksa The Fed untuk mengadopsi sikap hawkish yang tidak terlalu agresif.

The Fed sendiri adalah bank sentral Amerika Serikat yang diketuai oleh Jerome Powell dan didirikan pada tahun 1913 dengan diberlakukannya undang-undang Federal Reserve terutama sebagai respon kepanikan Finansial pada tahun 1907. Fungsi dari The Fed untuk memastikan ada stabilitas keuangan dalam sistem dan sebagai pengantar utama lembaga keuangan Negara.

Seperti halnya bank-bank sentral di negara lain, The Fed juga bertugas untuk menjaga kestabilan mata uang Amerika Serikat, meliputi perbankan yang disewakan oleh pemerintah, bank dengan kepemilikan terpisah dan bank perkongsian. (DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This