No menu items!

Harga Pertamax Resmi Naik, Ini dia Alasannya

Must Read

Bahan bakar minyak dan bensin memang salah satu sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh kita sebagai pengguna, tidak hanya untuk keperluan bahan bakar kendaraan dan rumah tangga tetapi juga sering digunakan untuk keperluan industri.

Namun seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar tersebut, PT.Pertamina padal tanggal 1 April 2022 telah resmi menaikan harga Pertamax di 16 Propinsi menjadi Rp 12.500 sampai Rp 13.500. Padahal bulan sebelumnya harga Pertamax masih dijual dengan harga Rp 9.000 – Rp 9.400 per liter.

Apa itu Pertamax?

Pertamax adalah bahan bakar yang bisa dilihat dari ciri-cirinya cairannya yang berwarna biru, terang dan jernih, yang memiliki angka oktan minimal 92, dan berstandar internasional Euro 2. Tingginya angka oktan ini  membuat pembakaran menjadi lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu, sehingga sangat direkomendasikan untuk kendaraan fuel injeksi.

Kenaikan harga Pertamax belum lama ini , membuat rasa ingin tahu nama dari Pertamax. Ternyata Pertamax adalah singkatan dari Pertamina Maximum. Bahan bakar terbaik yang diproduksi Pertamina disesuaikan untuk kendaraan yang sering terjebak macet di jalanan di kota kota besar.

Alasan Pemerintah Menaikkan Harga Pertamax

Pemerintah memberikan keterangan resmi penyebab kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp12.500 per 1 April 2022.

Harga pertamax resmi lebih tinggi dari yang semula per liter Rp9.000 menjadi Rp12.500 pada tanggal 1 April 2022 pukul 00.00 waktu setempat.

Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tersebut sesuai dengan amanat Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.

Sesuai data, naiknya harga pertamax terjadi di sejumlah daerah meliputi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.

Kemudian untuk daerah Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Utara (Kalut), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tenggara (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Maluku Utara, Papua dan Papua Barat mengalami kenaikan harga Pertamax seharga Rp3.550 dari yang sebelumnya Rp9.200 menjadi Rp12.750.

Namun meskipun ada kenaikan, Pertamina menyebut bahwa kenaikan tersebut masih berada di bawah nilai keekonomian.

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya,” kata Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina, Niaga Irto Ginting.

Lantas, apa saja yang menjadi alasan pemerintah menaikkan harga Pertamax? Berikut ini adalah rangkumannya mengapa pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax:

Naiknya Harga minyak mentah dunia

Naiknya harga minyak mentah dunia menjadi alasan pemerintah akhirnya menaikkan harga pertamax, dimana otomatis mengikuti harga minyak mentah dunia yang sudah di atas 110 dolar Amerika Serikat per barrel.

Tidak hanya itu harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Palm Oil (ICP) juga menjadi salah satu alasan mengapa harga Pertamax dinaikkan menjadi Rp 16.000 per liter.

Konflik Rusia dan Ukraina

Adanya ketegangan peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina disebut-sebut menjadi salah satu faktor, mengapa harga Pertamax di Indonesia naik menjadi hampir dua kali lipat.

Perang yang terjadi antara kedua negara tersebut memberikan dampak naiknnya harga minyak dunia karena pasokan yang sebagian besar berasal dari Rusia, terpaksa harus dihentikan.

Harga Pertamax Jauh dibawah Keekonomiannya

Pihak Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya sudah menghimbau kepada masyarakat, agar bisa memaklumi jika seandainya pemerintah memberikan keputusan untuk menaikkan harga BBM jenis pertamax.

Hal tersebut karena harga jual BBM jenis Pertamax sekarang ini ada di harga Rp 9.000 per liter, angka tersebut diketahui jauh di bawah keekonomiannya yaitu sebesar Rp 14.526 per liter.

Selain itu alasan lainnya jika pemerintah tetap menahan harga Pertamax, maka itu akan berpengaruh pada meningkatnya kerugian Pertamina dan nantinya akan berdampak pada APBN, mengingat Indonesia masih mengimpor bahan bakar minyak.

Jadi beberapa hal diatas yang akhirnya kemudian menjadi alasan, menaikkan harga BBM jenis Pertamax menjadi keputusan yang dianggap rasional.(DM06)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This