No menu items!

Jadi Bagian Holding Danareksa, KBI Ajak Anggota Berkolaborasi

Must Read

Ini rencana PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI (Persero) usai resmi jadi bagian holding PT Danareksa. KBI akan melakukan kolaborasi bisnis dengan sesama anggota holding berbasis kompetensi masing-masing perusahaan untuk saling mendukung dan tumbuh bersama

“Kita tahu masing-masing anggota holding memiliki kapasitas dan keunggulan dalam bisnis masing-masing, yang berbeda-beda. Justru ini yang akan menjadi kekuatan holding ini, dimana kami bisa berkolaborasi dari berbagai anggota holding dengan latar belakang bisnis serta pemangku kepentingan yang berbeda-beda,” kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Pernyataan tersebut disampaikan KBI yang secara resmi menjadi bagian dari Holding PT Danareksa (Persero). Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 7 tahun 2022, tentang Penambahan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa.

Dikatakan, sejalan dengan berbagai inisiasi dan inovasi yang dijalankan, dengan menjadi bagian dari Holding Danareksa tentunya KBI menargetkan kinerjanya akan terus tumbuh. Industri perdagangan berjangka maupun resi gudang di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan untuk tahun 2022 ini, berbagai inisiasi bisnis sudah mulai berjalan, dan ada beberapa yang tengah dalam persiapan.

Inisiasi tersebut meliputi peran KBI sebagai lembaga kliring di Pasar Fisik Emas Digital, Lembaga Kliring di Perdagangan Aset Kripto, serta persiapan KBI sebagai Lembaga Kliring Perdagangan Karbon. Selain itu, KBI juga tengah mempersiapkan untuk berperan sebagai Central Counterparty Clearing House.

Sebelum menjadi bagian dari Holding Danareksa, KBI telah berhasil mencatatkan kinerja korporasi dalam posisi positif. Dalam 4 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2017-2020, KBI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba (CAGR) sebesar 46,82 persen.

Sedangkan di tahun 2021, sampai dengan kuartal III KBI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp70,9 miliar, atau tumbuh 55,49 persen dari perolehan dalam periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp45,6 miliar. Setelah menjadi bagian dari Holding Danareksa, sebagai bagian korporasi yang di-scale up, kinerja KBI diharapkan akan lebih meningkat dan terus tumbuh.

Fajar mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam membentuk Holding Danareksa ini. Kedepan, adanya perubahan kepemilikan saham ini tentunya akan menjadi era baru bagi KBI dan dalam hal kegiatan operasional, KBI akan tetap menjalankan kegiatan usaha dalam melayani para pemangku kepentingan seperti biasa.

“Sebagai Lembaga Kliring, kami tetap menjalankan peran ini sesuai dengan regulasi pemerintah yang ada. Selain itu, KBI juga tetap menjalankan penugasan pemerintah sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang,” katanya.

Dengan menjadi bagian dari Holding Danareksa, ke depan komposisi 250.000 saham KBI akan terbagi berupa saham Seri B sebanyak 249.999 lembar saham yang dimiliki Danareksa, serta 1 lembar saham seri A atau Saham Dwi Warna yang tetap dimiliki Pemerintah Indonesia. Komposisi kepemilikan saham ini menunjukkan kontrol pemerintah tetap ada pada KBI, baik melalui Danareksa maupun kontrol langsung atas hak Pemerintah melalui saham Dwi Warna.(DM04)

Riset: Dompet Digital Paling Dipilih Masyarakat Indonesia

Hasil riset terbaru yang dilakukan InsightAsia bertajuk ‘Consistency That Leads: 2023 E-Wallet Industry Outlook’ menunjukan dompet digital semakin menjadi...

More Articles Like This