No menu items!

BEI Resmi Tutup Kode Broker, IHSG Ditutup Menguat

Must Read

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menutup informasi kode broker pada informasi post trade yang didistribusikan selama sesi perdagangan dan juga menyesuaikan mekanisme perdagangan. Saat penutupan, IHSG tercatat menguat 8,61 poin.

“Hari ini adalah hari pertama terkait dengan penutupan kode broker dan juga penyesuaian perdagangan yang bersifat ekuitas. Sebenarnya proses ini sudah berjalan cukup lama dan sudah direncanakan mungkin lebih dari setahun yang lalu dan akhirnya pada hari ini adalah hari pertama kita lakukan implementasi dua hal tersebut,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Menurut Laksono, implementasi penutupan kode broker dan penyesuaian mekanisme perdagangan pada hari ini terlaksana dengan lancar di mana perdagangan baik dari segi transaksi maupun keaktifan para pemodal berjalan dengan baik.

Penyesuaian mekanisme perdagangan yang biasa disebut Pre-Opening dan Pre-Closing tersebut dilakukan dengan penambahan fitur informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) serta Indicative Equilibrium Volume (IEV). Investor dapat menggunakan indikator tersebut untuk mengetahui perkiraan harga pembukaan dan penutupan berdasarkan harga dengan volume terbanyak yang dapat dipertemukan.

“Kira-kira berapa sih harga pembukaan yang terbentuk, jadi tidak blind 100 persen, ada kisi-kisinya,” ujar Laksono.

Pada sesi Pre-Closing, terdapat fitur tambahan, yaitu Random Closing dengan waktu penutupan di hari perdagangan bursa akan dilakukan secara acak. Laksono menyampaikan, tujuan dari adanya penambahan fitur IEP, IEV dan Random Closing adalah untuk mengoptimalkan pembentukan harga pembukaan dan harga penutupan yang lebih wajar pada sesi Pre-Opening dan sesi Pre-Closing sesuai dengan kondisi pasar.

Selanjutnya, hal itu juga untuk meredam terjadinya manipulasi pergerakan harga saham yang tajam pada saat sesi pembukaan dan sesi penutupan dan menyempurnakan transparansi pembentukan harga pembukaan dan penutupan kepada pelaku pasar.

“Penambahan fitur tersebut tersebut juga untuk meningkatkan likuiditas transaksi pada sesi pembukaan dan penutupan serta juga merupakan best practice di bursa lain,” kata Laksono.

Selain itu, bursa juga melakukan penambahan fitur Market Order guna memudahkan investor dalam menyampaikan pesanan pada harga pasar. Market Order merupakan tipe pesanan agar investor cukup input volume tanpa input harga. Sistem bursa akan mempertemukan Market Order dengan harga terbaik yang ada pada pasar.

Tipe pesanan itu bermanfaat ketika pergerakan harga bergerak cepat, sehingga dapat meningkatkan kesempatan investor untuk memperoleh efek yang diminati. Market Order juga dapat meningkatkan potensi terjadinya transaksi sehingga mendorong terciptanya peningkatan likuiditas pasar.

Terkait penutupan kode broker saham, investor kini tidak lagi dapat melihat informasi kode Anggota Bursa (AB) yang melakukan transaksi saham tertentu pada saat perdagangan berlangsung (real time) atau pada saat terjadinya matched order. Penutupan kode broker tersebut merupakan best practice yang telah diterapkan bursa lain di mancanegara, dan secara umum telah memberikan banyak manfaat.

Tujuan penutupan kode broker dan tipe investor adalah untuk meningkatkan tata kelola pasar yaitu membangun market governance dengan mengurangi praktik herding behaviour atau menggiring pasar ke saham-saham tertentu.

Penutupan kode broker tersebut juga untuk mengarahkan investor untuk melakukan riset sebelum melakukan keputusan investasi dengan menggunakan filosofi analisis fundamental dan teknikal dalam pengambilan keputusan investasi saham, serta memahami risiko dan imbal hasil dari berinvestasi atas suatu saham.

Setelah penutupan kode broker hari ini, tahapan pada enam bulan berikutnya akan dilanjutkan dengan penutupan informasi domisili atau tipe investor (asing atau domestik).

Meskipun AB tidak lagi mendapatkan akses informasi kode broker secara real time selama sesi perdagangan berlangsung, bursa tetap memberikan informasi seluruh transaksi, termasuk kode broker setelah sesi perdagangan berakhir yang dapat diakses oleh semua AB. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh AB untuk mengolah informasi kode broker yang selanjutnya dapat didistribusikan ke investor.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup menguat seiring penutupan kode broker atau pialang saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini.

IHSG ditutup menguat 8,61 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.547,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 stagnan di posisi 938,93.

“Pihak regulator yang memberlakukan pembaharuan dengan menambahkan fitur Indicative Equilibrium Price (IEP), Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan resmi menghapuskan kode broker pada running trade dinilai berdampak positif sebab akan menciptakan transaksi yang lebih sehat, serta mayoritas komoditas yang menguat seperti minyak,batu bara, dan CPO menjadi katalis positif,” tulis Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Terkait penutupan kode broker saham, investor kini tidak lagi dapat melihat informasi kode Anggota Bursa (AB) yang melakukan transaksi saham tertentu pada saat perdagangan berlangsung (real time) atau pada saat terjadinya matched order.

Penutupan kode broker tersebut merupakan best practice yang telah diterapkan bursa lain di mancanegara, dan secara umum telah memberikan banyak manfaat.

Tujuan penutupan kode broker adalah untuk meningkatkan tata kelola pasar yaitu membangun market governance dengan mengurangi praktik herding behaviour atau menggiring pasar ke saham-saham tertentu.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan hampir seluruh waktunya di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,3 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,22 persen dan minus 0,88 persen.

Sedangkan empat sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 0,94 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing 0,67 persen dan 0,64 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp210,24 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.230.888 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,56 miliar lembar saham senilai Rp12,59 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 301 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 174 poin atau 0,63 persen ke 27.927,37, indeks Hang Seng turun 417,31 poin atau 1,76 persen ke 23.349,38, dan indeks Straits Times meningkat 14,39 atau 0,46 persen ke 3.116,32.(DM04)

Riset: Dompet Digital Paling Dipilih Masyarakat Indonesia

Hasil riset terbaru yang dilakukan InsightAsia bertajuk ‘Consistency That Leads: 2023 E-Wallet Industry Outlook’ menunjukan dompet digital semakin menjadi...

More Articles Like This