No menu items!

Bidik Produksi Komponen EV di Indonesia, DRMA Lengkapi Teknologi High-Tensile Steel

Must Read

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membidik peluang produksi komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik/electric vehicle (EV) di Indonesia. Untuk itu perusahaan manufaktur komponen otomotif ini mulai mengembangkan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel.

“Saat ini pemerintah terus mendorong pelaku industri otomotif untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif dan membuat roadmap untuk EV. Melihat hal tersebut, kami mempersiapkan diri melalui teknologi dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi komponen untuk kendaraan listrik,” kata Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, melalui keterangannya, Jumat (26/11/2021).

Dalam menyambut era transformasi dari internal combustion engine (ICE) menuju EV di Indonesia, DRMA mulai memproduksi komponen-komponen yang digunakan dalam kendaraan listrik seperti komponen badan dan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel, battery pack, sensor-sensor, battery management system, hingga wiring harness.

Lebih lanjut, Irianto menjelaskan bahwa baterai EV memiliki berat sekitar 30 persen dari total berat kendaraan; sehingga, berat kendaraan perlu dibuat lebih ringan untuk kompensasi berat baterai. Salah satu cara untuk meringankan berat kendaraan adalah dengan menggunakan material high-tensile steel.

Saat ini, dengan mengandalkan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi, DRMA mulai memproduksi komponen badan kendaraan yang menggunakan high-tensile steel yang memiliki kekuatan hingga 980 MPA dan ke depannya dapat mencapai 1190 MPA.

Selain itu, anak perusahaan DRMA juga memproduksi komponen lainnya untuk EV. Misalnya, Dharma Electrindo Manufacturing dan Dharma Kyungshin Indonesia mulai mengembangkan dan memproduksi wiring harness yang dapat dialiri arus listrik yang tinggi untuk EV.

“Semua komponen yang dibuat oleh Perseroan saat ini merupakan komponen yang sangat diperlukan tidak hanya untuk mesin berbasis internal combustion engine yang kami perkirakan masih sangat besar prospek pertumbuhannya selain tren terbaru ke arah kendaraan listrik,” kata Irianto.

“Tentunya, momentum tersebut menjadi peluang bagi Perseroan untuk melanjutkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang sambil melanjutkan proses untuk menjadi perusahaan publik,” imbuhnya.(DM04)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This