No menu items!

Ungkap Konsumsi Halal RI Tembus Rp3.400 T pada 2024, Ini Penjelasan Bos BCA Syariah

Must Read

Ini prediksi Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Syariah Yuli Melati Suryaningrum. Dia mengatakan konsumsi produk halal Indonesia diperkirakan mencapai Rp3.400 triliun atau 235 miliar dolar AS pada tahun 2024.

“Angka ini adalah survei dari Global Islamic Economy Report yang dilakukan di seluruh dunia,” ujar Yuli dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (29/6/2021).

Ia menilai perkiraan angka tersebut menjadi potensi yang besar untuk perbankan syariah di Tanah Air, serta perbankan secara umum.

Sementara untuk global, konsumsi produk halal diproyeksikan tumbuh dari 2,02 triliun pada 2019 menjadi 2,4 triliun di 2024 dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) di level 3,1 persen.

Yuli menjelaskan, dari total konsumsi produk halal global di 2019, Indonesia berperan sebanyak 10 persen atau senilai 202 miliar dolar AS yang setara dengan Rp2.900 triliun.

“Tapi ini masih pasar halal saja, semoga ke depannya kita bisa meningkatkan produksinya,” ucap dia.

Saat ini, Indonesia menempati posisi keempat dari 15 negara teratas di dunia yang memiliki pasar produk halal yang besar, dengan posisi pertama ditempati Malaysia, kemudian disusul Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dari segi konsumsi makanan halal, ia menuturkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dengan nilai 144 miliar dolar AS, sedangkan kosmetik halal pada peringkat kedua yakni senilai 4 miliar dolar AS, lalu media dan rekreasi halal berada di posisi ketiga dunia sebesar 22 miliar dolar AS.

Sementara, pasar obat-obatan halal berada di peringkat keempat senilai 5,4 miliar, kemudian, fesyen dan perjalanan ramah Muslim masing-masing di posisi kelima dunia dengan nilai 16 miliar dolar AS dan 11,2 miliar dolar AS.(DM04)

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This