No menu items!

Jaga Pasokan dan Permintaan, Kementan Pastikan Lindungi Peternak Unggas

Must Read

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memastikan akan terus berupaya melindungi peternak, salah satunya dengan menjaga keseimbangan supply and demand dengan cara pengendalian produksi Day Old Chicken Final Stock (DOC FS) disesuaikan dengan demand ayam ras.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan upaya pengendalian produksi DOC FS dilakukan melalui afkir dini Parent Stock (PS) dan cutting telur tetas fertil umur 19 hari, dampak dari pengendalian produksi DOC FS berkorelasi positif terhadap pergerakan harga livebird dan membaik di tingkat peternak.

Karena cutting Hatcing Egg (HE) dan afkir dini PS telah terbukti efektif berdampak terhadap perbaikan dan stabilitas harga ayam potong di tingkat peternak.

Peredaran DOC FS menjadi berkurang akibat afkir dini PS dan cutting HE sehingga pembibit diarahkan tetap memprioritaskan penyediaan DOC FS kepada peternak UMKM dengan harga sesuai acuan Permendag.

Dalam kurun waktu Januari-Juli 2021, Ditjen PKH Kementan telah menerbitkan sebanyak 11 Surat Edaran (SE) Dirjen PKH tentang Pengendalian Produksi DOC FS melalui Cutting HE dan afkir dini PS.

“Kementan telah berupaya melindungi peternak dan melakukan pengendalian produksi DOC selain itu Kementan juga menjembatani pihak perusahaan dengan para peternak untuk mendapatkan solusi bersama jadi tidak ada pihakyang diuntungkan dan dirugikan,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan sistem Online Perunggasan Nasional tahun 2020 tercatat peredaran DOC FS sebagian besar yaitu 66% adalah peternak eksternal di luar kemitraan dan farm internal perusahaan pembibit sehingga kontribusi produksi karkas (daging ayam) dari internal perusahaan terintegrasi termasuk kemitraan adalah sebesar 33%.

Mengacu pada data distrubusi DOC FS tersebut,potensi pengembangan eksternal farm di luar perusahaan integrator relatif besar dan berpotensi tinggi membanjiri di pasar tradisional.

Harga komoditas pertanian seperti ayam potong pada umumnya memang terbentuk dari mekanisme pasar, pemerintah telah memberikan referensi harga sebagai acuan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

Ayam potong dalam bentuk hidup merupakan komoditas pertanian yang rentan terhadap dinamika supply dan demand dan cenderung fluktuatif, pandemi Covid-19 juga ikut mempengaruhi penurunan demand sehingga menekan harga ayam.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan persoalan harga menjadi tugas dan fungsi Kementerian Perdagangan, dan Kementan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan mengajak rapat asosiasi perunggasan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan harga pakan ayam broiler pada minggu ketiga bulan Juli 2021 berkisar pada harga Rp 8.025 per kilogram atau naik hampir 1% jika dibandingkan harga bulan Juni.

Kenaikan harga pakan ternak karena meningkatnya harga bahan baku pakan ternak baik bahan baku dari lokal atau bahan baku pengadaan dari luar negeri/impor. komoditas bahan baku jagung yang merupakan salah satu komponen utama pakan ternak juga mengalami kenaikan dari awal tahun 2021.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, harga jagung di tingkat pabrik pakan pada Juni 2021 sebesar Rp 5.700 naik 43% jika dibandingkan harga bulan Juni tahun lalu, dan berada 7% di atas harga acuan dari peraturan Kementerian Perdagangan nomor 7 Tahun 2020.

Kenaikan harga pakan dan harga DOC berdampak pada harga pokok produksi ayam broiler di tingkat peternak, dan membenani peternak rakyat mengingat penyediaan ketersediaan pakan dan DOC masih berasal dari perusahaan besar sehingga peternak rakyat tidak mempunyai daya tawar. (DM05)

>Berikut berita terkait Kementan, simak disini

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This