No menu items!

Dampak Pandemi, BI: Kredit UMKM Terjaga pada Kisaran 20%, Ada Sinyal Positif

Must Read

Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga kuartal II 2021, pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus menunjukan perbaikan. Tren ini memberi kontribusi pada kredit perbankan yang tercermin pada rasio kredit UMKM yang terjaga pada kisaran 20%.

“Rasio ke UMKM stabil di level 20%, jadi artinya ada kebutuhan pembiayaan dan dari sisi supply bank sudah mulai menyalurkan kredit ke UMKM. Pertumbuhan paling cepat untuk pembiayaan ini adalah segmen menengah,” ucap Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam seminar daring dengan tema Akselerasi Digitalisasi UMKM dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Sebagai Dampak Pandemi Covid-19 pada Jumat (23/7)

Kredit UMKM Terjaga pada Kisaran 20%Catatan Bank Indonesia menunjukan pertumbuhan kredit UMKM mengalami pertumbuhan secara Year On Year (YOY). Pada Juni 2020 pertumbuhan kredit UMKM sebesar 0,13% pada Juni 2020 dengan pertumbuhan kredit secara total sebesar 1,49 % pada periode yang sama. Sementara pada Juni 2021 pertumbuhan kredit UMKM sebesar 2,35%, sedangkan pertumbuhan kredit secara total di angka 0,59%.

Destry menuturkan dalam kondisi pandemi covid 19 ini justru banyak debitur yang melakukan pelunasan utang. “Namun kami melihat dalam dua bulan terakhir yang terjadi adalah kredit baru sudah melebihi pelunasan yang terjadi. Kita memang melihat tren suku bunga menurun walaupun agak rigit, tetapi tren penurunan (suku bunga kredit) sudah terjadi,” tutur Destry.

Kredit meningkat terutama pada subsektor perkebunan kelapa sawit, pertanian padi, dan perdagangan dan didukung penurunan suku bunga kredit baru. Hal ini juga terindikasi oleh kenaikan rasio pencairan kredit baru terhadap plafon kredit baru dan pencairan kredit baru yang lebih tinggi dibandingkan pelunasan kredit.

“Menariknya sektor apa di UMKM yang memiliki pangsa kredit terbesar dan juga kredit baru yang tumbuh. Ini ternyata kredit di sektor perdagangan baik eceran maupun besar khususnya sektor makanan dan minuman,” tandas Destry.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Mandiri Institute bahwa pada kuartal II 2021 ini sudah terjadi perbaikan dalam kinerja UMKM. Bila pada tahun 2020 masih ada 30% UMKM yang berhenti beroperasi dan yang berjalan normal hanya 35%. Tetapi dari data terakhir di bulan Maret dan April 2021 84% UMKM sudah mulai beroperasi dan yang berhenti beroperasi hanya 7% .

Destry menuturkan dari data data tersebut telah menunjukan perkembangan positif dari pertumbuhan UMKM. Namun Covid-19 tetap menjadi game changer, oleh karena itu masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan pemerintah terus melakukan akselerasi vaksinasi.

“Kalau tidak maka yang terjadi adalah penurunan mobilitas, Dua minggu terakhir mobilitas turun karena ada PPKM darurat, ini terjadi karena ada upaya untuk menekan penyebaran Covid tersebut” pungkas Destry. (DM05)

>Berikut berita terkait Bank Indonesia, simak disini

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This