No menu items!

Diminati Masyarakat Nigeria, Kemendag Optimistis Ekspor Produk Herbal Meroket

Must Read

Kementerian Perdagangan (Kemdag) menyebut masyarakat Nigeria cukup meminati ekspor produk jamu dan suplemen herbal Indonesia. Untuk itu Kemdag melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos mendorong peningkatan ekspor produk tersebut.

ITPC Lagos pun meyakini ekspor produk jamu asal Indonesia akan semakin meroket dan sangat menjanjikan di masa depan.

“Menurut data Trademap, di Nigeria, Indonesia merupakan salah satu penyuplai produk jamu ke-15. Nigeria merupakan importir jamu terbesar di Kawasan Afrika Barat yang mencapai US$ 1,3 juta di tahun 2020. Semoga tahun ini dan tahun yang akan datang, ekspor herbal ke Nigeria akan semakin meningkat,” ujar Kepala Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag RI Heriyono Hadi Prasetyo, dalam kegiatan “Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang” (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemdag, untuk kategori jamu dan suplemen herbal, Indonesia merupakan pengekspor jamu ke-18 di dunia. Total nilai ekspor jamu Indonesia ke dunia pada tahun 2021 mencapai US$ 41,5 juta atau meningkat 10,96 persen dibandingkan tahun 2019.

Sementara tren ekspor alat kesehatan Indonesia terus tumbuh sebesar 7,8 persen per tahun selama beberapa tahun terakhir (2016–2020). Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual tersebut mengambil tema “Natural Ingredients for Health Products” belum lama ini.

Forum ini menampilkan eksportir dan produsen seperti jamu, suplemen herbal, serta perawatan natural kesehatan untuk pria dan wanita. Hadir sebagai pembicara utama yaitu Kepala Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemndag RI Heriyono Hadi Prasetyo, serta Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Investasi, Hak Cipta, dan Inovasi Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) Jony Yuwono.
Empat importir produk jamu dan suplemen herbal yang berasal dari kota-kota pusat bisnis Nigeria yaitu Lagos, Kano, dan Enugu juga dihadirkan. ITPC Lagos memperkenalkan eksportir jamu dan suplemen herbal Indonesia dari provinsi Aceh, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Jamu dan suplemen herbal Indonesia merupakan produk yang sangat dicari masyarakat Nigeria, khususnya Nigeria bagian utara. Kami berharap ke depannya akan semakin banyak lagi UKM produk jamu dan suplemen herbal dari Indonesia yang masuk ke pasar Nigeria dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Nigeria, termasuk UKM binaan PPEI,” ujar Heriyono.

Sementara itu, Jony Yuwono menyatakan produk jamu dan suplemen herbal Indonesia dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sudah lolos uji kelayakan dan menggunakan teknologi terkini namun tetap warisan budaya turun temurun yang dilestarikan Indonesia. “Forum Bisnis ini merupakan langkah awal yang baik untuk memperluas kerja sama bisnis yang sudah dikenal di Nigeria Bagian Utara menjadi ke seluruh negara bagian di Nigeria,” tuturnya.

Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menjelaskan, Nigeria merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia dengan jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa. “Kesadaran mengonsumsi minuman/makanan herbal juga mulai terbentuk di tengah masyarakat Nigeria. Peluang ekspor ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku usaha Indonesia,” imbuh Hendro.

Data yang diperoleh Kemendag menunjukkan total perdagangan Indonesia-Nigeria periode Januari–April 2021 mencapai US$ 776,49 juta. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat sebesar US$ 140,68 juta. Sementara, impor Indonesia dari Nigeria tercatat sebesar US$ 635,81 juta yang didominasi impor minyak bumi. (DM05)

Berikut berita terkait Kemendag, simak disini

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This