No menu items!

Jokowi Batalkan Vaksin Gotong Royong Individu Berbayar, Kimia Farma Buka Suara

Must Read

PT Kimia Farma (Persero) Tbk buka suara menanggapi pembatalan program vaksinasi covid-19 berbayar oleh pemerintah. Perseroan menyatakan akan mengikuti putusan pemerintah tersebut.

“Kami mengikuti keputusan dari pemerintah,” ujar Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro, Jumat (16/7).

Pembatalan rencana program vaksinasi covid-19 berbayar disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ia menyampaikan Presiden Joko Widodo membatalkan vaksin berbayar usai mendapatkan masukan dari sejumlah pihak serta mempertimbangkan respons dari masyarakat.

“Presiden telah memberi arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semua dibatalkan dan dicabut sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan,” kata Pramono dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Sedangkan, vaksin Gotong Royong mekanismenya tetap yakni ditanggung oleh perusahaan, sehingga pekerja tetap menerima vaksin covid-19 secara gratis.

Rencananya, vaksin covid-19 berbayar akan memanfaatkan jaringan klinik yang dimiliki oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk sebanyak 1.300 klinik yang tersebar di Indonesia. Pemerintah mematok harga Rp321.660 per dosis dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.

Namun, Kimia Farma menunda penyelenggaraan vaksin berbayar yang sejatinya dimulai pada Senin (12/7) kemarin, hingga akhirnya diputuskan batal oleh Kepala Negara.

Sejak dilemparkan ke publik, wacana ini memang menuai banyak kritik. Akan tetapi, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan penyelenggaraan vaksin berbayar murni bertujuan untuk mempercepat program vaksinasi covid-19.

Pasalnya, pemerintah harus berpacu dengan kenaikan kasus harian akibat varian delta. Sementara, banyak rumah sakit dan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah berguguran akibat lonjakan kasus tersebut.

“Apa salahnya kalau kami ingin kurangi beban nakes yang ada di rumah-rumah sakit, apa salahnya? Kami ingin bantu dan ini ada penugasan yang jelas,” ujarnya melalui rekaman video kepada media, Selasa (13/7).

Dalam kesempatan itu, ia juga menampik tuduhan mengenai Kementerian BUMN berbisnis melalui vaksin berbayar. Ia menegaskan Kementerian BUMN tidak memiliki tujuan komersialisasi vaksin covid-19 seperti tuduhan yang dilayangkan sejumlah pihak. (DM05)

>Berikut berita terkait Kimia Farma, simak disini

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This