No menu items!

Industri Berbasis Teknologi Sebagai Engine of Growth (3)

Must Read

Oleh : F. Harry Sampurno, Ph.D, Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero)

F. Harry Sampurno, Ph.D, Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero)

Wahana Transformasi Industri

Strategi penguasaan teknologi (5) melalui wahana industri yang ditetapkan dianggap dapat menjamin pertumbuhan yang berkesinambungan karena memberikan nilai tambah yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya (Rice, 1998). Industri yang menjadi wahana transformasi tersebut dipilih dengan pertimbangan “potential demand” yang dipengaruhi oleh geografis, penduduk, perkembangan ekonomi, kebutuhan prasarana dan sarana ekonomi untuk pembangunan ekonomi selanjutnya serta kepentingan keutuhan dan kesatuan wilayah nasional.

Pertimbangan diatas sangat diperlukan karena akan menentukan kelangsungan hidup industri itu sendiri. Dengan kriteria tersebut diatas, maka industri yang terpilih adalah sebagai berikut:
Aerospace, Maritime and Shipbuilding, Land Transportation, Energy Generators, Engineering and Construction, Defense Equipments, Agricultural Machinery, Telecommunication and Electronics, Related and Supporting Industries.

Semuanya adalah industri pengolahan yang memproses output dari industri dasar menjadi barang bernilai tambah yang tinggi. Produk hasil industri ini biasanya adalah barang intermediate atau barang modal yang akan digunakan oleh industri hilir untuk memproduksi
barang dan jasa.

Inilah yang kemudian dikenal dengan nama kelompok Industri Strategis yang sebenarnya merupakan industri berbasis teknologi yang tergolong dalam ISIC nomor 37-38 yaitu industri pengolahan berbasis logam yang sangat penting sebagai sokoguru sektor industri sampai dengan sebelum krisis ekonomi, mempunyai produktivitas yang paling tinggi dibanding dengan industri lainnya sebagaimana pada Tabel 2.

Dengan demikian, strategi industrialisasi melalui wahana transformasi industri sebenarnya memang terbukti menghasilkan produktivitas yang tinggi dan akhirnya kesejahteraan masyarakat akan menjadi lebih baik.

Memang bahwa strategi industrialisasi dengan mengembangkan industri berbasis teknologi memerlukan investasi yang relatif besar. Tabel 3 memperlihatkan bahwa struktur investasi di Indonesia selama 40 tahun ternyata masih belum berubah banyak. UNIDO (1997) melaporkan bahwa pada tahun 1994 pangsa investasi di bidang teknologi tinggi di Malaysia, Singapura dan Filipina adalah masing-masing 33.8%, 16.7% and 48.8%, sementara Indonesia hanya sekitar 6.4% dari total investasi dan bahkan hanya 9.2% berdasarkan data realisasi tahun 2010.

Negara-negara seperti Taiwan, Korea, HongKong dan Singapura telah menyadari hal ini berpuluh tahun yang lalu ketika mereka memutuskan untuk membangun industri berbasis teknologi yang secara terang-terangan didukung oleh program pembangunan nasional masing-masing (Pack, 1993).

Di Indonesia, usaha meningkatkan kemampuan penguasanaan teknologi nasional dilakukan melalui BUMN tertentu yang memiliki fasilitas R&D walaupun belum didukung oleh suatu sistem pengembangan industri nasional yang terpadu (Soesastro, 1998). Pada akhir dekade 1980an, Pemerintah menyadari bahwa sebagai BUMN maka industri ini harus mengikuti logika dan konsep sebagai badan usaha. Untuk itulah kemudian didirikan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang menurut Rice (1998) menunjukan pilihan strategi ‘picking winners’. Peran utama BPIS sebenarnya adalah menjembatani program transformasi industri Pemerintah yang memerlukan investasi relatif besar dengan orientasi penguasaan teknologi yang kuat.

Stiglitz (2015) mengakui bahwa China adalah satu-satunya negara yang dalam waktu 30 tahun terakhir berhasil melakukan reformasi keseimbangan state-market dan dilakukan melalui “wahana” yang melakukan “decisive role” yaitu BUMN.(klik bersambung 4)

(5) Djojohadikusumo (1985, p.67), menggolongkan industrialisasi dalam 3 pendapat besar yaitu Industrialisation berdasarkan pada “Comparative Advantages” yang didukung oleh para ekonom-akademisi; Transformasi Industri melalui Penguasaan Teknologi yang dikemukakan oleh Habibie; dan Keterkaitan dan Pendalaman Sektor Industri yang dijalankan oleh Menteri Perindustrian.

Latest News

Genjot Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak, Kementan Gandeng Pelaku Usaha

Dalam upaya peningkatan produksi pangan, khususnya pangan asal ternak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan tujuan ekspor, Kementerian Pertanian...

More Articles Like This